Friday, August 31, 2012

Tes satu...duaaa...

Itu tadi suara bapak pegawai rektorat kampus Punyk yang bisa dibilang lagi kurang 'penggawean' alias kurang kerjaan. Sore-sore begini yang seharusnya enak banget dibuat ngopi atau ngeteh di teras rumah bareng bini' tercinte, eeehh...malah dipake tes atu dua alih-alih ngecek toa kampus buat acara PPAK. Dan tiga menit kemudian suara itu hilang.Good, boy.

Okay, topik pembicaraan kita masih sama kaya kemarin, tentang Pengkajian dan Penciptaan di Jurusan Tari. Dua hal ini bakal ditemui oleh seluuuuurrruuuuuhhh mahasiswa, mau FSR kek, FSP kek, FSMR kek, yang penting dan yang pasti selama tuh orang terdaftar sebagai mahasiswa ISI, mau nggak mau suka nggak suka sunnah nggak sunnah, wajib buat milih antara pengkajian atau penciptaan, titik. Udah dua tahun dilewati sejak Punyk resmi jadi mahasiswa tari Institut Seni Indonesia Yogyakarta , udah tiga hari sejak 'pemilihan umum' besar-besaran itu dilakukan dan udah hampir tiga jam Punyk duduk di bangku khusus para wifi-ers rektorat kampus. Walhasil, my bottom is kliyeng-kliyeng. Maunya sih nulis bahan tentang tari, tapi di otak adanya es krim Mc Donald sejak tiga jam yang lalu. Makasih deh.

Memutusan untuk memilih pengkajian atau penciptaan tari bukan suatu urusan yang gampang menurut Punyk pribadi. Kenapa? Ibarat kita milih capres dan cawapres aja deh, kalo kita milihnya asal-asalan yang ada kaya lagunya Armada 'mau dibaaaawaaa kemanaaaa, negara kitaaaaaa...' Sama aja kaya milih urusan yang satu ini, you make a wrong decision, you'll take a risk all night long! Ini bukan urusan 'gue milih penciptaan karena temen-temen gue bakal jadi koreografer handal kalo masuk penciptaaaaaaann...' Nice. Ngerengek aja terus! Keputusan diambil berdasarkan pikiran jernih dan hati yang tenang. Selebihnya, tekad yang kuat akan nuntun kita sampai pada tujuan. Milih pengkajian bukan berarti kamu nggak bakal bisa jadi koreografer kok! Easy.

"Setiap kenyataan pasti ga pernah sesuai dengan harapan, setiap kesempatan pastilah jadi pilihan. Dan setiap kekuatan dan tekad yang kuat, pasti berhujung pada kenyataan"

Kurang lebihnya gitu deh...

Pengkajian tari dimata anak-anak kampus adalah mereka yang pasif, nggak kreatif dan kutu buku. Teman-teman pengkajian juga nggak pernah lepas dari imej 'ketubuhan minus'. Mereka dianggap nggak bisa bergerak selincah teman-teman penciptaan, kurang imajinatif, kurang pinter bergaul, nggak pinter 'ngomong' dan masih banyak imej-imej lainnya. Character assassination banget aaahhhh!!!! Emang sih, mata kuliah teori pengkajian lebih banyak dibanding penciptaan yang kenyataannya mata kuliah praktek mereka bak menu utama di restoran kelas atas. Tapi bukan berarti dengan banyaknya kelas praktek, mereka nggak mengenal 'teori' selama-lamanya. Hei-hooooo???!!!! Dan nggak mesti juga kalo anak-anak yang teoritis nggak bisa menekuni ilmu practice'. Di dalam ilmu, masih dan pasti ada ilmu.
Ambil sisi positifnya dan bersikap netral. Memilih pengkajian bukan akhir dari segala-galanya, dan memilih penciptaan bukan berarti tidak perlu belajar teori seperti yang temen-temen pengkajian lakukan. Seperti shalat sunnah dan wajib. Ketika kita menjalankan kewajiban, alangkah baiknya kalau diiringi dengan sunnahnya, begitu juga dengan problem ini. Kita telah memilih apa yang menjadi tanggung jawab kita kela, baik itu penciptaan ataupun pengkajian. Contoh gampangnya Punyk yang sudah memilih pengkajian. Alangkah baiknya jika membuka diri menerima ilmu 'penciptaan' secara tidak langsung. Begitu juga dengan teman-teman penciptaan, jangan mengenyampingkan teori dalam hal praktek!

PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN!!!
(Fyi, ini tuh jargon ISI Yk yang paling keren seantero Bantul)

Wednesday, August 29, 2012

Pertama-tama...kita ucapkan Alhamdulillah dan tepuk tangan yang riuh renyah buat keberanian PUNYK menentukan pilihan penjurusan semesteeeeeeeeerrrrrrrrr limaaaaaaaaaaa!!!!!!!!! *claphands*

Sebulan menjadi waktu yang amat sangat berat pake banget, bak pegantin yang lagi dipingit sebelum naik ke pelaminan. Dan itu terjadi karena,GUWEEEEHHHHHHHH harus milih dimana ilmu dan kecerdasan saya berlanjut (sorakan penonton menggema). Rasanya milih pengkajian atau penciptaan tari ituuuuuu kaya mainan hysteria di dufan, abis gitu masuk ke rumah hantu Jawa Timur Park sendirian, keluar wahananya ditodong densus 88 bak teroris kelas kakap. Tapi berkat bantuan pihak-pihak berwajib, khususnya bapak RW dan bapak RT (nggak nyambung, definitely...), pilihan jatuh pada :

STRATA SATU PENGKAJIAN SENI TARI
FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN
INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA
(mana suaranyaaaaaa?????)

Dan tentu saja, beberapa pihak telah dikecewakan atas pilihanyang sudah PUNYK buat, yakni di antaranya adalah pihak orang tua, mama, yang terobsesi banget anak perempuan semata wajannya...eh semata kayang...eh...apaan sih, semata apaan tuh yang cuma satu-satunya ? (semata wayaaaaaaanggg!!!!!!!) Yaaaa, itu diaaaaa, semata wayangnya buat milih S-1 Penciptaan Tari.
Kedua, pihak sahabat. Sebut saja Makibao (kenyataan pahit untuk seorang gadis manis yang berhidung tebal dan besar), inisialnya KN, asalnya Toboali (Bangka Selatan) sana! Konyolnya, dia nggak pernah mau dikatain anak Bangka, padahal udah jelas-jelas KTP dan AKTEnya nunjukin dia lahir di Toboali Kabupaten Bangka Selatan. Pliss.
Ketiga, dosen penciptaan. Why? Karena mereka tentu saja akan merasakan kerugian besar-besaran akibat invasi ke 'daerah' pengkajian oleh para mahasiswanya yang luar biasa multi-talent!!! (gak dibaca dosen penciptaaannn....gak dibaca dosen penciptaaannn...amiiin #crossfinger )

Yaaaakkkkkkk...setelah diputuskannya pilihan, tepat hari ini pula, mendadak langsung terbesit "pengen bangeeeettt deh nyari bahan skripsi..."
Punyk?? Halo??

END